HUT Kuansing: Merayakan Usia, Atau Menanyakan Arah?

HUT Kuansing: Merayakan Usia, Atau Menanyakan Arah?
Rizqy Aredo Suhada Pratama, S.H/ist

Oleh Rizqy Aredo Suhada Pratama, S.H

Hari ini kita merayakan hari jadi Kabupaten Kuantan Singingi. Bendera dikibarkan, panggung didirikan, ucapan selamat disampaikan, dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran kembali digaungkan.

Tetapi di balik kemeriahan itu, ada pertanyaan yang seharusnya tidak boleh kita hindari: Apa yang sebenarnya sudah berubah di Kuansing?

Sebab pembangunan bukan hanya tentang seberapa banyak gedung yang berdiri, seberapa panjang jalan yang dibangun, atau seberapa meriah sebuah perayaan. 

Pembangunan seharusnya diukur dari seberapa jauh masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan mereka.Kita bicara tentang Kuansing yang kaya akan sumber daya alam. Tetapi apakah kekayaan itu benar-benar memberikan kesejahteraan yang adil bagi masyarakat?
Kita memiliki sungai yang menjadi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat. 

Namun kita juga dihadapkan pada persoalan lingkungan, aktivitas pertambangan, kerusakan ekosistem, dan penggunaan bahan berbahaya yang tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.Kalau alam terus dieksploitasi sementara pengawasan lemah, lalu Kuansing seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu?

Kita juga harus jujur bahwa persoalan Kuansing bukan hanya soal pertambangan.

Ada persoalan lapangan pekerjaan.
Ada persoalan pendidikan.
Ada persoalan pelayanan publik.
Ada persoalan infrastruktur.
Ada persoalan ekonomi masyarakat.
Ada persoalan kesempatan bagi generasi muda.

Dan ada persoalan bagaimana kebijakan pemerintah benar-benar diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton pembangunan di tanahnya sendiri.Lebih jauh lagi, kita perlu berbicara tentang kepemimpinan.Kepemimpinan tidak seharusnya hanya hadir ketika membutuhkan dukungan.

Kepemimpinan diuji ketika harus mengambil keputusan yang tidak populer, menegakkan aturan ketika ada tekanan, melindungi kepentingan masyarakat ketika berhadapan dengan kepentingan tertentu, dan berani mengatakan bahwa sesuatu yang salah memang harus diperbaiki.
Kuansing tidak kekurangan orang pintar.Yang kita butuhkan adalah keberanian, integritas, ketegasan, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.jangan sampai kritik dianggap sebagai bentuk permusuhan. 

Jangan sampai pertanyaan dianggap sebagai bentuk perlawanan. Dan jangan sampai kecintaan kepada daerah hanya diukur dari seberapa sering kita memuji pemerintah.Justru karena kita mencintai Kuansing, kita harus berani bertanya.

Ke mana arah pembangunan kita?
Siapa yang benar-benar menikmati hasil pembangunan?
Siapa yang masih tertinggal?
Siapa yang menjaga lingkungan?
Siapa yang bertanggung jawab ketika aturan tidak berjalan?Dan yang paling penting:

Apakah Kuansing sedang dibangun untuk kepentingan hari ini, atau sedang dipersiapkan untuk generasi yang akan datang?

HUT Kuansing seharusnya tidak berhenti pada perayaan.Ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi.Kita tidak membutuhkan slogan yang terlalu tinggi jika realitas di lapangan masih jauh dari harapan.Kita tidak membutuhkan pembangunan yang hanya indah untuk dipandang jika masyarakat masih kesulitan merasakan manfaatnya.
Kita membutuhkan pemerintahan yang hadir.
Kita membutuhkan pengawasan yang kuat.
Kita membutuhkan penegakan hukum yang adil.
Kita membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan.
Dan kita membutuhkan generasi muda yang diberi ruang untuk ikut menentukan masa depan daerahnya.
Kuansing bukan milik pemerintah.
Kuansing bukan milik pejabat.
Kuansing bukan milik kelompok tertentu.
Kuansing adalah milik masyarakatnya.

Maka pada hari jadi ini, mungkin pertanyaan terbaik bukan hanya:“Sudah berapa tahun Kuansing berdiri?”Tetapi,“Sudah sejauh mana kita belajar dari persoalan yang kita hadapi, dan sudah seberapa serius kita mempersiapkan Kuansing untuk masa depan?”

Selamat HUT Kabupaten Kuantan Singingi.
Semoga usia yang bertambah bukan hanya angka dalam sejarah, tetapi juga menjadi tanda bahwa kita semakin dewasa dalam mengelola daerah, semakin berani memperbaiki kesalahan, dan semakin serius memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.Karena mencintai Kuansing bukan berarti selalu mengatakan semuanya baik-baik saja.Mencintai Kuansing berarti berani mengatakan apa yang belum baik, dan ikut berjuang membuatnya menjadi lebih baik.Mari mulai dari hal yang bisa kita lakukan.Mari kita awasi pembangunan dengan kritis, bukan dengan kebencian.Mari kita jaga sungai dan lingkungan kita, bukan hanya ketika ada kegiatan seremonial.Mari kita berani menyampaikan aspirasi ketika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Mari kita dukung usaha dan ekonomi masyarakat lokal.Mari beri ruang kepada anak-anak muda Kuansing untuk berkarya, bersuara, dan ikut menentukan arah daerahnya.Dan kepada pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan, mari buka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat. Dengarkan kritik, buka data, evaluasi kebijakan, dan hadirkan solusi yang bisa dirasakan langsung.

Tidak perlu menunggu tahun depan untuk mulai berbenah.Hari ini adalah waktunya.Karena perubahan Kuansing tidak akan lahir hanya dari pemerintah, dan tidak pula hanya dari kritik masyarakat.Perubahan akan lahir ketika pemerintah mau mendengar, masyarakat mau mengawasi, dan kita semua mau mengambil bagian.

Selamat HUT Kuansing.
Mari rayakan hari jadinya dengan kebanggaan, tetapi mari juga isi masa depannya dengan keberanian untuk berbenah.Kuansing yang lebih baik bukan sekadar harapan.Ia adalah tanggung jawab kita bersama.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#HUT

Index

Berita Lainnya

Index